Jejak Rekaman di Abbey Road Studios

Halo, Teman Cerita! Di saat kondisi pandemi Covid-19 yang belum ada habisnya, pasti kalian setiap hari memutar dan mendengarkan lagu-lagu dari musisi favorit kalian untuk menemani hari, kan?

Di balik lagu-lagu yang kalian dengar ini, ternyata terdapat peran studio rekaman yang cukup penting bagi sebuah lagu atau album musik. Para musisi bekerja sama dengan produser, label rekaman, teknisi studio, dan lainnya untuk dapat merekam dengan maksimal sebelum dikemas dan dirilis ke publik nantinya.

Di Inggris terdapat studio rekaman yang paling monumental dan berpengaruh di dunia, yaitu Abbey Road Studios. Abbey Road sendiri merupakan nama jalan tempat studio rekaman tersebut berada. Tepatnya di 3 Abbey Road, Saint John’s Wood, City of Westminster, London.

Tentunya, studio rekaman ini memiliki nilai sejarah yang menjadi daya tarik bagi para musisi dan penggemar musik di seluruh dunia untuk datang ke sana. Tidak sedikit dari mereka yang ingin datang ke Abbey Road Studios untuk melakukan proses rekaman atau hanya berwisata semata.

penasaran dengan jejak sejarah dan hal menarik lainnya mengenai Abbey Road Studios? Yuk, simak penjelasan selengkapnya!

Dari Rumah Tinggal Menjadi Studio Rekaman

Sebelum menjadi studio rekaman, bangunan dari Abbey Road Studios merupakan rumah tinggal dengan sembilan ruangan (kamar) berjenis townhouse yang dibangun pada 1829. Townhouse tersebut bergaya arsitektur Georgian yang populer di Inggris pada pertengahan abad 18 hingga pertengahan abad 19. Cirinya berupa bangunan bertingkat dan bagian depan bangunan (fasad) menyerupai persegi panjang.

Seratus tahun kemudian, perusahaan label rekaman Gramophone Company yang sekarang menjadi Electric and Musical Industries (EMI) membeli rumah tinggal tersebut. Pada tahun 1931, bangunan tersebut berubah menjadi studio rekaman musik dengan nama EMI Recording Studios.

Memiliki Tiga Ruang Studio

Masuk ke bagian dalam bangunan, Abbey Road Studios memiliki tiga ruang studio yaitu Studio One, Studio Two, dan Studio Three dengan kapasitas dan ukuran yang berbeda.

denah abbey
Denah Abbey Road Studio (Abbey Road Studios Event Hire Brochure 2017)

Studio One pada awalnya dibangun untuk mengakomodir rekaman bagi band dan orkestra karena memiliki ruangan yang luas dan berkapasitas besar dibandingkan dua studio lainnya. Studio One kini menjadi studio orkestra premier di Inggris. Salah satunya karena kapasitas tempat yang mampu menampung set orkestra dalam jumlah yang cukup banyak.

Studio One Abbey Road Studios (abbeyroad.com)
Studio One Abbey Road Studios (abbeyroad.com)

Berikutnya, terdapat Studio Two yang ukurannya lebih kecil dibandingkan dengan Studio One, namun masih tergolong cukup besar. Desainnya memberikan nuansa dan ciri klasik dengan penggunaan parket sebagai penutup lantai. Studio ini disebut sebagai studio yang paling populer di kalangan musisi bahkan di masyarakat.

Studio Two Abbey Road Studios (abbeyroad.com)
Studio Two Abbey Road Studios (abbeyroad.com)

Terakhir, Studio Three merupakan studio yang terkecil dengan konsep desain modern dibandingkan dengan dua studio lainnya yang berdesain klasik. Terdapat balkon mezanin dan lounge yang memberikan suasana modern dan santai.

Studio Three Abbey Road Studios (abbeyroad.com)
Studio Three Abbey Road Studios (abbeyroad.com)

Berbagai Rekaman di Abbey Road Studios

Tahun 1931 menjadi awal dibukanya Abbey Road Studios sebagai studio rekaman dengan fasilitas yang cukup memadai. Saat itu studio masih bernama EMI Recording Studio, mengikuti nama perusahaan rekamannya. Komposer klasik seperti Sir Edward Elgar, Thomas Beecham hingga John Williams dan musisi lainnya hingga pertengahan tahun 1950-an pernah melakukan rekaman di sana.

the beattles
The Beatles di Abbey Road Studios sekitar 1967 (Getty Images)

Tahun 1953 juga menjadi tahun penting bagi Inggris dan dunia, karena pada tahun itu Ratu Elizabeth II naik takhta sepeninggal George VI, ayahnya. EMI Recording Studio merekam upacara pemahkotaan Ratu Elizabeth II melalui landline milik BBC di Westminster Abbey, London.

Akhir dekade 1950-an menjadi titik awal bagi perjalanan musik rock di Abbey Road Studios. Diawali oleh Cliff Richard and the Drifters yang merekam single mereka berjudul ‘Move It’ pada 1958 di Studio Two. Empat tahun kemudian, The Beatles dengan Apple (label musik) memulai rekamannya di Abbey Road Studios hingga tahun 1970. Dalam kurun waktu tersebut, grup band asal Liverpool tersebut merekam 190 lagu dari 210 atau 90% total lagunya di Abbey Road Studios.

Saat merilis album kesebelas, The Beatles pada akhirnya memilih judul ‘Abbey Road’ dari sebelumnya ‘Everest’ untuk album tersebut pada 26 September 1969. Sampul album Abbey Road juga menjadi salah satu sampul album yang fenomenal di dunia musik. Dalam sampul terlihat keempat anggota The Beatles yaitu George Harisson, Paul McCartney, Ringgo Starr, dan John Lennon sedang berbaris menyeberangi zebra cross yang letaknya hanya beberapa meter saja dari studio.

Satu tahun setelah album Abbey Road rilis dan menjadi salah satu album yang ikonik hingga kini, EMI Recording studios mengganti namanya menjadi  Abbey Road Studios pada 1970. The Beatles dan Abbey Road pun seakan-akan tidak bisa dipisahkan dan memberikan inspirasi bagi tren budaya populer hingga sekarang.

Grup band progressive rock asal Inggris, Pink Floyd juga pernah merekam salah satu album terbaiknya yaitu The Dark Side of The Moon selama enam bulan di Studio Three, dan rilis pada 1 Maret 1973.

Hingga pada akhir dekade awal 1990-an dan berlanjut ke 2000-an, perjalanan musik alternative rock dan britpop sedang ramai dan naik daun dengan pesat. Sebut saja grup band seperti Oasis, Radiohead, Travis, Stereophonics, dan The Verve juga pernah melakukan rekaman di Abbey Road Studios ini.

Pada 23 Maret 2011, penyanyi soul wanita asal Inggris, Amy Winehouse juga merekam lagu ‘Body and Soul’ bersama Tony Bennett. Persis empat bulan sebelum kematiannya di umur 27 tahun.

Selain rekaman lagu dan album yang dilakukan oleh para musisi, Abbey Road Studios memiliki peran dalam perekaman musik latar (music scoring) dari beberapa film terkenal seperti Harry Potter, Lord of The Rings, Star Wars, dan Skyfall.

Musisi-musisi seperti Stevie Wonder, Kanye West, Coldplay, U2, Sam Smith, Ellie Goulding, James Bay, dan lainnya pernah melakukan rekaman maupun remastered lagu mereka. Bahkan, beberapa musisi dari Indonesia juga pernah melakukan proyek rekaman di Abbey Road Studios, yaitu J-Rocks, D-Masiv, GIGI, /rif, Indische Party, dan Maliq & D’Essentials.

Abbey Road Studios Kini

Bangunan Abbey Road Studios dan zebra cross yang letaknya tidak jauh dari studio masih dapat kita lihat dan kunjungi. Kira-kira apa yang bisa kita lakukan jika berkunjung ke Abbey Road Studios?

Pertama, kita dapat mengunjungi zebra cross legendaris yang menjadi salah satu sampul album terbaik The Beatles! Kita bisa menirukan pose dari para personel The Beatles saat menyeberangi zebra cross. Tapi, kita harus berhati-hati karena jalanan tersebut merupakan jalan umum.

abbey studio sekarang
Zebra Cross di Abbey Road (2004) Sumber: Wikimedia Commons

Kedua, kita dapat menulis atau membuat graffiti di tembok bagian luar yang sudah disediakan oleh Abbey Road Studios.

Ketiga, tentu saja kita bisa berfoto di depan dan bagian dalam bangunan Abbey Road Studio. Di sana juga terdapat Official Abbey Road Shop bagi kalian yang ingin membeli kenang-kenangan dari Abbey Road Studios.

Pihak instansi Historic England kini sudah memasukkan bangunan dari Abbey Road Studios dan zebra cross ke dalam daftar building Grade II pada tahun 2010. Oleh karena itu, bangunan-bangunan tersebut memiliki nilai penting bagi sejarah dunia dan tentunya sejarah musik yang harus dilindungi dan dilestarikan ke depannya.

Bagaimana, Teman Cerita? Tertarik untuk datang ke London dan mengunjungi Abbey Road Studios? Jika kalian adalah seorang musisi dan memiliki grup band, kalian wajib mengunjungi studio ini. Tapi, harus nabung dulu karena biaya untuk berlibur ke sana tidak murah loh, hehe.

Pradika Abimanyu

Pradika Abimanyu

Seorang sarjana arkeologi yang tertarik dengan budaya, musik, dan otomotif. Sedang belajar menulis dan suka jalan-jalan.

Artikel Lainnya