Ali Akbar, Arkeolog dari Indonesia

Saat itu tahun 1991, seorang pria mendatangi sebuah museum yang memamerkan temuan fosil-fosil manusia purba. Salah satunya adalah fosil Pithecanthropus erectus dari Jawa. Ia penasaran, bagaimana spesies-spesies ini berasal? Bagaimana teori evolusi bekerja? Bagaimana asal muasal manusia? Ia belum tau banyak. Namun sejak saat itu, minatnya semakin terpacu untuk lebih mengetahuinya.

Pria itulah Ali Akbar. Pengalamannya di tahun 1991 telah menjadi satu langkah kecil dalam meniti karirnya. Kini, kita dapat mengenalnya sebagai salah satu arkeolog dari Indonesia.

Mengenal Sosok Ali Akbar

Dr. Ali Akbar, S.S., M.Hum.
Dr. Ali Akbar, S.S., M.Hum. Sumber: Ali Akbar Berkabar

Ali Akbar adalah seorang arkeolog dari Universitas Indonesia. Tepatnya di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI), Ali Akbar mendapatkan pendidikan arkeologi untuk pertama kalinya dari jenjang sarjana hingga meraih gelar doktornya, Dr. Ali Akbar S.S., M.Hum.

Dari mahasiswa hingga jadi dosen, begitulah kiprah Ali Akbar yang kini terdaftar sebagai staf pengajar Departemen Arkeologi FIB UI. Sebagai seorang staf pengajar, Ali Akbar mengajar beberapa mata kuliah seperti Kebudayaan Indonesia, Bangunan dan Arsitektur Kuno Indonesia, Arkeologi Maritim serta Proposal Penelitian Arkeologi.

Selain melaksanakan kewajibannya sebagai pengajar, Ali Akbar juga aktif di berbagai organisasi, diantaranya sebagai ketua Masyarakat Arkeologi Indonesia (MARI), anggota Indo-Pacific Prehistory Association (IPPA), anggota International Council on Monuments and Sites (ICOMOS), serta anggota International Scientific Committee on Archaeological Heritage Management (ISCAHM), dan yang terbaru yaitu menjabat sebagai ketua Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya (PPKB) FIB UI.

Karyanya dalam Dunia Arkeologi

Kurang lebih sudah 20 tahun Ali Akbar berkarir sebagai arkeolog. Berbagai penelitian di beberapa situs arkeologi telah ia lakukan, baik di dalam maupun di luar negeri. Situs-situs yang pernah ditelitinya diantaranya Situs Kayangan Api, Situs Banten Lama, Situs Pelabuhan Ratu, Situs Gunung Padang dan Situs Batu Naga.

Ia juga telah menerbitkan beberapa buku diantaranya Prasejarah di Jakarta dan Sekitarnya (2007), Museum di Indonesia: Kendala dan Harapan (2010), Situs Gunung Padang: Misteri dan Arkeologi (2013), dan masih banyak lagi.

Buku Situs Gunung Padang

Berbagai pencapaian juga telah diraihnya, diantaranya meraih predikat Peneliti Muda Indonesia Terbaik di Bidang Sosial dan Budaya dari LIPI tahun 2006, menerima beasiswa dari Yayasan Sumber Daya Manusia dalam Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dari The Habibie Center tahun 2007, menerima beasiswa Sasakawa (The Nippon Foundation) tahun 2008, serta meraih predikat Peneliti Muda Terbaik Rumpun Ilmu Sosial Humaniora Universitas Indonesia tahun 2009.

Ketua Peneliti Situs Gunung Padang

Ali Akbar juga pernah menjadi ketua tim peneliti Situs Gunung Padang. Pada tahun 2013, sejumlah media massa heboh memberitakan Situs Gunung Padang. Pemberitaan tersebut dipicu dari hasil penelitian yang dilakukan Tim Terpadu Riset Mandiri (TTRM) yang dipimpin oleh Ali Akbar. Adapun pembentukan tim peneliti ini digagas oleh Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana Alam, Andi Arief pada masa kepemimpinan SBY di tahun 2012.

Kunjungan SBY dan Bu Ani ke Situs Gunung Padang yang sedang diteliti oleh Ali Akbar
Kunjungan SBY dan Bu Ani ke Situs Gunung Padang yang sedang diteliti oleh Ali Akbar
Sumber: rmol.id

Uniknya, pemberitaan mengenai Situs Gunung Padang yang sempat menggemparkan itu menjadi inspirasi untuk pembuatan film horor Gerbang Neraka. Dari perbincangan dengan Ali Akbar, ia bercerita bahwa salah satu kru film pernah mencoba untuk menghubunginya. Ia bertanya kepada kru tersebut, “Mau bikin film genre apa? Non-fiksi, dokumenter atau fiksi?”. Kru tersebut membalas, “Kita mau bikin film fiksi”. Dengan santai, ia pun merespon, “Oh, yaudah kalau gitu bikin aja. Kamu gak perlu kontak saya. Saya bukan ahli di bidang fiksi.” (*)

Aktif di Media Sosial

YouTube Ali Akbar Berkabar

Selain aktif di berbagai organisasi dan kegiatan ilmiah, Ali Akbar juga aktif di media sosial seperti Instagram, Twitter, Facebook, hingga YouTube. Username yang dipilihnya juga terbilang unik. Coba deh kamu cari “Ali Akbar Berkabar” dan “Arkeolog Keren” (khusus twitter), pasti kamu akan langsung menemukan beliau! Pada akun media sosialnya, Ali Akbar sering membagikan pengalaman pribadi hingga kabar seputar arkeologi.

“Menurut saya, arkeologi itu bukan cuma tentang hal-hal yang kuno, tapi juga hal-hal yang baru. Bagi saya, arkeologi itu bisa didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang benda budaya. Jadi kita gak cuma bisa riset benda-benda yang kuno aja tapi juga bisa riset benda-benda budaya yang modern.”(*)

(*) perbincangan dengan Ali Akbar dilakukan dalam bahasa Inggris. Kalimat dalam kutipan merupakan hasil terjemahan yang disesuaikan tanpa mengubah makna kalimatnya.

Baca juga: Ketahui Cara Kerja Arkeolog Melalui Media Film

Pranala Luar

Wikipedia – Ali Akbar (Arkeolog)

Ide Nada

Ide Nada

Ide Nada adalah seorang lulusan arkeologi yang memiliki ketertarikan dengan langit dan kebudayaan

Artikel Lainnya