Cerita Vespa di Indonesia

“Tak habis dimakan waktu”, begitulah kira-kira kalimat yang pas untuk menggambarkan cerita dari skuter pabrikan Piaggio asal Italia, Vespa. Mulanya Piaggio adalah sebuah pabrik yang memproduksi perlengkapan perang pada Perang Dunia I. Namun pabrik tersebut bangkrut usai Perang Dunia II dan justru kembali sebagai produsen motor. Piaggio pertama kali merilis motor dengan nama Vespa di Roma, Italia pada tahun 1946. Sejak pertama kali rilis, skuter tersebut memang telah mencuri perhatian dunia sebagai model transportasi baru yang inovatif dan elegan. Kendati demikian, Penjualannya secara resmi di Indonesia baru berlangsung pada tahun 1965, 19 tahun setelah rilis pertamanya.

Sebelum resmi dijual di Indonesia, Vespa lebih dulu muncul sebagai hadiah Pemerintah Indonesia kepada pasukan TNI yang bertugas di Kongo. Ketika itu Indonesia turut serta dalam misi upaya perdamaian PBB di Kongo. Indonesia mengirim pasukan TNI dalam dua gelombang ke Kongo untuk misi perdamaian tersebut, Kontingen Garuda II dan Garuda III. Sepulang menyelesaikan tugas perdamaian dunia yang begitu berat, Pemerintah Indonesia memberikan penghargaan atas jasa-jasa prajurit yang bertugas, salah satu bentuk penghargaannya adalah memberikan hadiah berupa motor Vespa.

vespatua.com
Vespa Kontigen Garuda (sumber: vespatua.com)

Vespa-vespa hadiah bagi prajurit perdamaian di Kongo ramai berseliweran di jalanan Indonesia. Masyarakat menyebutnya Vespa Kongo, atau ada juga yang menyebutnya Vespa Ndog (telur) karena bentuk bodi belakangnya yang mirip telur. Kehadiran Vespa Kongo menandai awal dari kepopuleran Vespa di Indonesia. Sebelumnya, tidak banyak orang Indonesia yang memiliki Vespa karena hanya dapat dibeli secara inden dari negara asalnya.

Cerita Vespa jadi Raja Skuter di Indonesia

Tahun 1965, Vespa hadir secara resmi di Indonesia melalui PT. Dan Motors Indonesia. Skuter Italia itu langsung merajai persaingan motor jenis skuter mengalahkan pesaing kuatnya, Lambretta atau Bajaj. Piaggio memproduksi Vespa dalam berbagai model pada setiap era dengan pakem bentuk dasarnya yang unik “Sembra Una Vespa” (Tampak Seperti Tawon).  Beberapa seri diproduksi terbatas, memberikan kesan mahal dan spesial.

Keunikan Vespa memang terbukti jitu meminang minat masyarakat. Sejak resmi dijual di Indonesia, Vespa menjadi primadona kalangan pecinta motor. Penjualannya melejit cepat dan populer di masyarakat Indonesia. Saking populernya, beberapa seri Vespa seperti SS90 dan Primavera 125cc jadi kendaraan dinas para pejabat di tahun 70an. Vespa SS90 sempat jadi kendaraan dinas kantor Gubernur Sulawesi Selatan, sedangkan Vespa primavera 125cc menjadi hadiah dari PBB untuk penyuluh program Keluarga Berencana di Indonesia.

Tak hanya sampai di situ, eksistensi Vespa di Tanah Air juga tercermin dari komunitas-komunitas pecintanya yang masif. Berbagai komunitas Vespa berkembang pesat, mulai dari komunitas Vespa racing, Vespa klasik, hingga Vespa gembel. Uniknya, komunitas-komunitas Vespa di Indonesia tumbuh bersama dengan solidaritas yang tinggi. Seringkali kita melihat adegan manis antar pengguna Vespa di jalanan, mulai dari bertegur sapa hingga tolong menolong ketika mogok. Sebuah budaya baru yang berkembang berkat Vespa. 

Eksistensi Vespa sejatinya memang bukan sekedar seonggok mesin dan roda belaka. Vespa menjelma jadi simbol yang hadir dalam berbagai cerita hidup dari pecintanya. Sebut saja Komunitas Vespa gembel, wujud kecintaannya pada Vespa terbilang agak berbeda dari yang lain. Tampilan motor-motornya terkesan kumuh dan kurang nyaman dipandang. Namun, siapa sangka di balik tampilan motornya yang seperti itu, justru terdapat cerita yang menginspirasi. Sampah yang melekat pada Vespa-vespa gembel merupakan sampah yang terkumpul selama perjalanan atau ketika sedang menghadiri acara komunitas. Vespa gembel adalah wujud dari kecintaan manusia pada Vespa dan Lingkungan, begitulah kira-kira.

ngopibareng.id
Vespa Ekstrim (sumber: ngopbareng.id)

Vespa di Era Modern Datang dengan Slogan Nostalgia

Menjelang pergantian abad, Vespa justru kehilangan tajinya di jagat skuter Indoensia. PT. Dan Motors Indonesia sebagai dealer resmi Vespa tutup pada akhir tahun 90an karena krisis ekonomi yang melanda Indonesia. Vakum dari pasar skuter Indonesia, dominasi vespa mulai tergantikan skuter-skuter metik pabrikan Jepang. Teknologi yang maju berbanding harga yang murah rasanya lebih mudah menggaet minat pasar. Alhasil, skuter-skuter Jepang pabrikan Honda dan Yamaha sempat menjadi tren dan ramai lalu-lalang di jalanan. Nama Vespa kian meredup dan menyisakan ceritanya sebagai skuter antik. 

Sadar akan kejayaannya yang mulai tergantikan, Piaggio harus putar otak untuk merebut kembali mahkotanya. Bukan Piaggio Namanya kalau tidak punya strategi untuk bersaing. Memasuki abad baru, Piaggio mulai jor-joran memproduksi Vespa metik berteknologi tinggi dengan mesin 4-tak. Pada tahun 2011, berdirilah PT. Piaggio Indonesia yang menjual Vespa metik modern secara resmi di Indonesia. Kesan retro dan klasik yang melekat pada Vespa-vespa tua jadi branding utama. Desain bentuk dari Vespa metik modern tetap mengacu pada Vespa-vespa tua yang berjaya di masa lalu.

otomotifo.com
Vespa Metik Keluaran Baru (sumber: otomotifo.com)

Piaggio memang sengaja mempertahankan banyak hal dari Vespa terdahulu pada Vespa modernnya. Skuter Italia itu tidak ingin berpisah dari masa kejayaannya di masa lalu sekaligus membawa aroma nostalgia pada produk barunya, suatu hal yang sulit untuk digoyahkan oleh pesaingnya di era modern. Berkat strategi penjualannya, lagi-lagi Piaggio berhasil, Penjualan Vespa metik laku keras di pasar skuter Indonesia. Vespa dan ceritanya yang begitu melegenda berhasil kembali mengaspal di Indonesia.

Artikel Lainnya