Diet Paleo, Hidup Sehat Ala Manusia Purba?

Diet atau pola makan adalah salah satu hal penting dalam upaya manusia menjalani hidup sehat. Berbagai studi kesehatan berusaha mengungkap metode diet yang baik dan cocok untuk tubuh manusia, satu di antaranya adalah diet paleo.

Apa itu Diet Paleo?

Diet paleo atau diet manusia gua adalah diet yang terinspirasi dari kebiasaan makan manusia purba pada masa paleolitik. Metode diet ini mengadopsi menu makanan organik ala manusia purba sebagai asupan utama dalam program dietnya.

Berdasarkaan studi arkeologi dan paleoantropologi, manusia purba mengalami 2 fase penting dalam cara memperoleh makanannya. Pertama adalah fase berburu dan mengumpulkan makanan, kedua adalah fase bercocok tanam dan domestikasi hewan.

Baca juga: Manusia Prasejarah di Indonesia dan Penjelasannya

Dari kedua fase tersebut, fase kedualah yang terus berkembang dan menjadi cara hidup manusia di masa sekarang. Dalam perkembangannya, manusia modern mulai mengenal teknologi pertanian, peternakan, dan pengawetan untuk mengolah makanannya. 

Sayangnya, studi kesehatan justru menunjukkan bahwa pengolahan makanan di masa modern memiliki banyak dampak negatif. Makanan instan, cepat saji, dan junk food menjadi pemicu utama dari berbagai penyakit seperti obesitas, diabetes, hingga stroke.

Para ahli kesehatan menyadari bahwa proses pengolahan makanan di era modern telah melampaui batas tubuh manusia untuk beradaptasi. Oleh karena itu, kembali kepada kebiasaan makan seperti nenek moyang di zaman dahulu terlihat sangat relevan. 

Manusia purba di masa paleolitik hidup berdampingan secara langsung dengan alam. Cara memperoleh makanannya pun sangat sederhana, yaitu berburu dan memancing hewan, serta memetik langsung tumbuhan di alam bebas.

Makanan yang diperoleh kemudian diolah dengan cara yang sederhana pula, berbeda dengan makanan modern yang bersumber dari sistem peternakan dan pertanian  berteknologi canggih dan bercampur unsur kimia. Perbedaan tersebutlah yang menjadikan diet ala manusia gua lebih sehat. 

Bagamana Cara Melakukan Diet Paleo?

Ada dua hal penting dalam proses menjalani diet paleo, yaitu menu makanan dan pantangannya. Mengacu pada cara hidup manusia purba, anjuran menu makanan dalam metode diet ini adalah makanan organik yang minim pengolahan lebih lanjut. 

Asupan makanan manusia purba tersebut kemudian disesuaikan dengan kemampuan tubuh manusia modern. Berdasarkan buku panduan diet “Paleo Diet Food List”, beberapa menu rekomendasi dalam diet paleo meliputi:

  • Sayur-sayuran dan Buah-buahan
  • Daging rendah lemak
  • Telur omega
  • Ikan dengan omega 3 yang tinggi (salmon, tuna, makarel)
  • Umbi-umbian, Kacang-kacangan, dan Biji-bijian dari cara penanaman organik (bebas pupuk kimia)
  • Minyak zaitun atau Minyak kedelai
Menu Diet Paleo (Designed by Freepik www.freepik.com)

Adapun daftar makanan yang menjadi pantangan dalam diet ini adalah makanan yang telah melalui proses pengolahan, meliputi:

  • Susu dan produk olahannya (keju, yoghurt, dan mentega) 
  • Makanan instan baik kemasan maupun kaleng
  • Garam dan gula
  • Legume (kacang lentil, kacang polong, kacang tanah) 
  • Gandum, oats, dan barley

Melihat deretan menu dan pantangannya, tentu diet paleo terlihat menyehatkan bukan? Asupan makanan tinggi protein, rendah gula, dan berserat bermanfaat untuk mengontrol kadar gula darah dan tekanan darah. Anjuran tersebut cocok untuk penderita diabetes dan pencegahannya. 

Belum lagi, menu sayur-sayuran dan buah-buahan mampu mendorong terpenuhinya kebutuhan nutrisi esensial bagi tubuh manusia seperti vitamin A, C, dan E. Konsumsi sayur dan buah juga bermanfaat untuk menurunkan berat badan dan mencegah obesitas. 

Namun, di balik manfaatnya yang luar biasa itu, adakah efek samping yang perlu kita waspadai dari metode diet ini?

Efek Samping bagi Tubuh

Department of Nutrition University of California Davis pernah melakukan sebuah studi mengenai diet paleo. Melalui publikasi hasil penelitian berjudul “The Paleo Diet”, para peneliti memaparkan bahwa selain bermanfaat, diet paleo ternyata juga memiliki efek samping.

Peneliti dari University of California Davis menekankan bahwa upaya penyesuaian menu makanan manusia purba dengan tubuh manusia modern belum sempurna. Deretan pantangan makanan justru banyak menghilangkan asupan nutrisi yang penting bagi tubuh. 

Sebagai contoh, diet paleo melarang konsumsi susu dan produk olahannya, sedangkan susu adalah sumber kalsium yang sangat besar. Hal ini dapat meningkatkan resiko penyakit tulang seperti osteoporosis, demineralisasi tulang, dan osteopenia. 

Menu makanan seperti buah dan sayur saja ternyata tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan kalsium dalam tubuh. Selain itu, diet paleo juga tidak menyediakan diet vitamin D, hal ini menyebabkan berkurangnya penyerapan kalsium dalam tubuh manusia. 

Bicara lebih jauh soal manfaat dan efek sampingnya, diet paleo memang penuh pertentangan. Para pendukung metode diet ini menganggap bahwa berhenti mengonsumsi gandum, susu, makanan olahan, dan gula memang terbukti ampuh menurunkan berat badan, meski tidak dalam waktu yang singkat.

Baca Juga: Diet Paleo Memang Turunkan Bobot, Tapi Apakah Aman?

Akan tetapi, ketatnya pantangan makanan dalam diet malah bisa berdampak negatif apabila melakukannya secara ekstrim dalam waktu yang lama. Kekurangan asupan nutrisi seperti kalsium, vitamin D, dan vitamin B dalam waktu lama dapat meningkatkan resiko tubuh terkena berbagai penyakit. 

Berdasarkan riset ilmiah yang telah ada, melakukan diet paleo tentu tidak bisa sembarangan. Metode diet yang satu ini masih perlu riset yang lebih dalam untuk mengurangi resikonya. Bagi anda yang tertarik dengan diet ini, alangkah lebih baik berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter gizi. 

Artikel Lainnya