Hari Aksara Internasional

Halo, teman cerita! Kamu tahu gak sih kalau seluruh dunia memperingati Hari Aksara Internasional setiap tanggal 8 September. Kira-kira apa itu aksara dan  kenapa harus diperingati? Yuk, kita menyelam untuk mencari tahu alasannya…

Apa itu Aksara?

Aksara dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah (1) sistem tanda grafis yang digunakan manusia untuk berkomunikasi dan sedikit banyaknya mewakili ujaran; (2) jenis sistem tanda grafis tertentu, misal aksara Pallawa, aksara Inka; (3) Huruf.

(Sumber : JawaPos.com)

Bahasa digunakan untuk berkomunikasi sesama manusia terdiri dalam suatu sistem simbol-simbol atau bunyi arbitrer. Menilik lebih jauh bahwasannya bahasa merupakan sebuah sistem yang berwujud simbol, bunyi, arbitrer, bermakna, konvensional, bervariasi, dinamis dan merupakan alat interaksi atau komunikasi atas identitas penggunanya.

Bahasa mewujudkan tulisan, simbol atau labang ke dalam aksara. Istilah lain dari aksara adalah huruf, abjad, alfabet, graf, grafem, alograf, kaligrafi, dan grafiti. Aksara dapat diartikan juga sebagai sistem penulisan suatu bahasa dengan menggunakan sistem penulisan dengan menggunakan simbol-simbol atau keseluruhan sistem tulisan.

Misalnya ada aksara latin, aksara Arab, aksara Sunda dan lain-lain. Bahasa Indonesia menggunakan sistem aksara latin dengan alfabet yang dimulai dari huruf A sampai dengan huruf Z.

Teman cerita, apakah kamu tahu bahwa ada beberapa jenis aksara yang tertua seperti piktografis, ideografis, silabi, dan aksara fonemis. Saat ini, Aksara di dunia diperkirakan berjumlah 25 aksara.

Hari Aksara Internasional

Hari Aksara Internasional bermula setelah dilakukannya konferensi pemberantasan buta huruf di Teheran, Iran. Saat itu pemerintah Iran menyarankan UNESCO menyarankan pemberian penghargaan kepada individu maupun kelompok yang berjuang memberantas buta huruf.Konferensi ini diadakan tepat pada tanggal 19 September 1965.

(Sumber : Republika.co.id)

Setahun setelahnya pada tangga 1966 di sesi ke-14 Konferensi Umum yang diadakan Unesco menetapkan tanggal 8 September sebagai Hari Aksara Internasional. keputusan tersebut membuat berbagai negara memberikan dukungan serta penghargaan atau apresiasi terhadap individu atau kelompok yang memberantas tuna aksara.

Sampai saat ini hari Aksara Internasional dilakukan setiap tahun sebagai wujud nyata memajukan agenda keaksaraan di tingkat global, regional, hingga nasional.

Melek Aksara Indonesia

Angka melek aksara dijadikan tolok ukur dalam menetapkan suatu sumber daya manusia (SDM) di suatu wilayah atau negara yang melibatkan indikator kesejahteraan, akses kelanjutan pendidikan, kesehatan, status sosial, ekonomi, kesempatan kerja, kemajuan hidup, daya saing dan indikator-indikator lainnya.

(Sumber: LPMP Jatim)

Kemampuan baca dan tulis atau literat menjadi sangat penting dalam pilar kemajuan bangsa. Berdasarkan survei Sosial-Ekonomi Nasional yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), angka buta aksara di Indonesia mengalami penurunan yang sangat signifikan. Persentase buta aksara tahun 2011 sebanyak 6,44 persen, dan pada tahun 2020 merosot hingga 3,62 persen.

Guna menekan serta menurunkan buta aksara pemerintah membuat program pendidikan yang berorientasi pada pemeliharaan keaksaraan dengan fokus 6 jenis literasi dasar, yaitu literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial, literasi budaya dan kewarganegaran.

Teman cerita, untuk meningkatkan literasi skala menyarankan kalian untuk membaca tulisan dan hal lainnya yang berkaitan dengan aksara dengan rajin ya! Literasi saat ini juga sudah sangat fleksibel dan efisien loh, perkembang teknologi membuat media cetak menjadi bentuk digital dan mudah dinikmati dan di bawa kemana-mana. Literasi saat ini juga dapat berupa video dan audio loh teman cerita! Kalian bisa diselingi hiburan mendengar musik dengan podcast yang berisi literasi kehidupan! Selamat Hari Kasar Internasional Teman cerita!

 

Deddy Setiawan

Deddy Setiawan

Bercita-cita menjadi kaya dengan menulis.

Artikel Lainnya