Rekam Jejak Indonesia di Piala Dunia 1938

Pada 5 Juni 2020, FIFA merilis keterangan terkait siapa negara Asia pertama yang tampil di Piala Dunia.

“Tim Asia manakah yang pertama kali tampil di Piala Dunia? Hindia Belanda, dikenal saat ini dengan Indonesia, tampil dalam edisi 1938 di Prancis” demikian bunyi keterangan FIFA dalam website resminya.

Baca Juga: Sejarah PSSI, Pejuang Kemerdekaan Melalui Sepak Bola

Tahun 1938 adalah kali pertamanya wakil Asia tampil di Piala Dunia. Ada dua negara yang bersaing memperebutkan satu tiket ke Prancis, yakni Hindia Belanda dan Jepang.

Akan tetapi, Jepang mengundurkan diri sebelum pertandingan kualifikasi berlangsung. Hal tersebut berkaitan dengan kondisi Jepang yang sedang terlibat perang dengan Cina.

Secara praktis, Hindia Belanda lolos ke Piala Dunia Prancis tanpa harus bertanding di babak kualifikasi.

Skuad Muda Pribumi, Tionghoa, dan Belanda

Berada di bawah arahan pelatih Ch.J. Mastenbroek (Belanda), Indonesia membawa 15 pemain untuk berlaga di Prancis. Timnas Indonesia yang saat itu masih menggunakan nama Hindia Belanda berisi campuran pemain Pribumi, Tionghoa, dan Belanda.

Indonesia di Piala Dunia 1938
Indonesia di Piala Dunia Prancis 1938

Para pemain ini datang dari berbagai klub sepak bola yang tersebar di Hindia Belanda. Dikutip dari situs resmi FIFA, nama-nama pemain timnas Indonesia yang terdaftar dalam pertandingan Piala Dunia 1938 adalah sebagai berikut:

Kiper: Mo Heng Tan (HCTNH Malang), Jack Samuels (Hercules Batavia)

Bek: Frans G. Hu Kon (Sparta Bandung), Dorst, J. Harting Houdt Braaf Stand (HBS Soerabaja), Teilherber (Djocoja Djogjakarta)

Gelandang: Frans Alfred Meeng (SVBB Batavia), Achmad Nawir (HBS Soerabaja), Sutan Anwar (VIOS Batavia), G.H.V.L. Faulhaber (Djocoja Djogjakarta), G. Van den Burgh (SVV Semarang)

Striker: Suwarte Soedarmadji (HBS Soerabaja), Tan Hong Djien (Tiong Hoa Soerabaja), Tan See Han (HBS Soerabaja), Herman Zomers (Hercules Batavia), Isaac Pattiwael (VV Jong Ambon Tjimahi), M.J. Hans Taihuttu (VV Jong Ambon Tjimahi), R. Telwe (HBS Soerabaja).

Mayoritas pemain yang diboyong masih berusia muda, rata-rata 20 tahun. Bahkan, Achmad Nawir yang menjadi kapten tim masih terdaftar sebagai siswa kedokteran di NIAS (Nederlandsch Indische Artsen School) Soerabaja (sekarang Universitas Airlangga).

Perjalanan Singkat Indonesia di Piala Dunia 1938

Indonesia melakoni laga pertama Piala Dunia Prancis pada 5 Juni 1938. Saat itu, Piala Dunia tidak menggunakan sistem grup, melainkan sistem gugur. Timnas Indonesia langsung bertanding di babak 16 besar menghadapi kesebelasan Hongaria.

Indonesia di Piala Dunia 1938
Pertandingan Indonesia (Hindia Belanda) Melawan Hongaria

Berlangsung di Stade Velodrome, Reims, Prancis, laga Indonesia vs Hongaria berjalan tidak seimbang. Hongaria unggul jauh dari segi fisik dan kualitas permainan. Terbukti, Vilmous Kohut berhasil membuka keran gol Hongaria saat laga baru berjalan 12 menit.

Hanya berselang 2 menit, Hongaria memperlebar jarak usai Geza Toldi berhasil mencetak gol. Tak puas dengan margin 2 gol, Hongaria menjebloskan 4 gol lagi ke gawang Indonesia lewat Gyula Zsengeller dan Gyorgy Sarosi yang masing-masing mencetak 2 gol.

Skor 6-0 ini secara praktis menghentikan langkah Indonesia di Piala Dunia 1938. Sementara itu, Hongaria melaju ke babak selanjutnya dan memenangkan dua laga atas Swiss (2-0) dan Swedia (5-1). Tiga kemenangan itu mengantarkan Hongaria ke final sebelum akhirnya tumbang dari Italia dengan skor 4-2.

Menuai Pujian dari Media Asing

Meski kalah telak dan gugur di pertandingan pertama, aksi pemain Indonesia di lapangan hijau ternyata cukup menarik perhatian. Mengutip Geschiedenis.nl, gambaran permainan Indonesia saat melawan Hongaria sempat tercatat dalam hasil liputan wartawan Belanda, C.J. Goorhoff.

Usai laga, Goorhoff memberikan penilaian mengejutkan atas penampilan Hindia Belanda (Indonesia). Menurut Goorhoff, meski sempat tak mampu mengembangkan permainan di awal laga, Hindia Belanda mampu menunjukkan perlawanan terhadap Hongaria di babak kedua.

Goorhoff juga menyampaikan tanggapan Gyorgy Sarosi, pemain Hongaria yang ia wawancara. Dia mengaku tidak menyangka mendapat perlawanan dari tim Hindia Belanda (Indonesia), banyak kejutan, ungkap Goorhoff mengutip keterangan Sarosi.

Selanjutnya, Sarosi memberikan komentar positif terhadap beberapa pemain Hindia Belanda. Menurutnya, Sutan Anwar, Hans Taihuttu, Isaac Pattiwael, dan Suwarte Soedarmadjie bermain bagus dan menyulitkan Hongaria selama pertandingan.

Tak hanya Goorhoff dan Sarosi, tanggapan juga datang dari media Prancis, L’Equipe. Salah satu media peliput Piala Dunia 1938 itu menulis berita terkait permainan Hindia Belanda dalam surat kabarnya.

“Gaya menggiring bola pemain depan Tim Hindia Belanda, sungguh brilian…,” “tapi pertahanannya amburadul, karena tak ada penjagaan ketat..” begitulah kutipan surat kabar L’Equipe edisi 6 Juni 1938.

Sederet catatan jurnalistik pada Piala Dunia 1938 telah menegaskan kembali jejak Indonesia di kompetisi sepak bola paling bergengsi di dunia. Betapapun tidak memberikan prestasi yang membanggakan, Negara Indonesia tetap dikenal sebagai wakil Asia pertama di Piala Dunia.

Artikel Lainnya