Kembalinya Artefak Nenek Moyang ke Tanah Air

Halo, teman cerita. Tahukah kamu kalau ada tiga artefak asal Indonesia yang bernilai Rp1,35 miliar telah dikembalikan oleh Pemerintah Amerika Serikat? Di awal tahun 2020 sebanyak 1.500 artefak nenek moyang Indonesia juga telah kembali ke Tanah Air.

upacara repatriasi di KJRI New York

Tiga artefak asal Indonesia ini dikembalikan oleh Pemerintah Amerika Serikat melalui Kantor Jaksa Manhattan. Prosesi pengembalian artefak ini diterima oleh Konsulat Jenderal RI, Dr. Arifi Saiman, M.A. selaku perwakilan pemerintah Indonesia di Amerika Serikat.

Tiga artefak yang dikembalikan terdiri dari satu patung Dewa Siwa berukuran 6x4x8,25 inci yang ditaksir bernilai Rp 186,3 juta, patung Dewi Parwati berukuran 5,5×4,5×7,5 inci yang ditaksir bernilai Rp 467,8 juta, dan patung Dewa Ganesha berukuran 3×2,5×4,5 inci yang ditaksir bernilai Rp 596,8 juta. Total nilai ketiga artefak tersebut sekitar Rp1,25 miliar.

Ketiga artefak ini merupakan barang selundupan yang disita kantor Kejaksaan Manhattan. Hilmar Farid selaku Direktur Jenderal Kebudayaan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Kantor Kejaksaan Manhattan karena telah mengembalikan ketiga artefak tersebut. Ia juga menyebutkan bahwa pasar gelap untuk barang antik asal Indonesia cukup besar. Direktorat Jenderal Kebudayaan telah lama bekerja sama dengan Kepolisian dan Interpol untuk memantau peredaran benda cagar budaya milik Indonesia yang diselundupkan ke luar negeri.

Pada awal tahun 2020, sebanyak 1.500 artefak Indonesia juga dikembalikan oleh Pemerintah Belanda. Keris milik Pangeran Diponegoro menjadi artefak pertama yang dikembalikan. Pengembalian artefak ini adalah buntut dari ditutupnya Museum Nusantara di Delft karena kehabisan dana untuk mengelola museum. Di museum tersebut setidaknya tersimpan 30.000 koleksi asal Hindia Belanda.

Sejak ditutup pada tahun 2013, Museum Nusantara menawarkan pengembalian 14.000 koleksinya kepada pemerintah Indonesia. Namun, akhirnya hanya 1.500 koleksi yang dikembalikan. Pengembalian ini adalah yang terbesar dan sangat bersejarah bagi Negara Indonesia.

Pameran Artefak yang baru dikembalikan dari Belanda di Museum Nasional akhir tahun lalu

Ternyata tinggalan nenek moyang kita sangat banyak, ya. Semoga pengembalian artefak ini menjadi momentum untuk mengeksplor dan melacak sejarah identitas bangsa kita. Rencananya sebagian besar artefak yang baru dikembalikan ini akan dipamerkan di Museum Nasional yang ada di Jakarta Pusat. Kalau kamu penasaran dengan artefaknya, kamu bisa melihatnya di sana, ya!

Danang Aryo

Danang Aryo

Suka fotografi dan jalan-jalan. Danang juga tertarik dalam dunia digital, seni, sejarah, dan budaya. Ia pernah beberapa kali terlibat dalam pengembangan museum di Indonesia.

Artikel Lainnya