Kota Bandung : Riwayat Pendirian Mu

Halo teman cerita! Bandung? ya merupakan salah satu kota besar yang berada di Jawa Barat, Indonesia. Kota ini terkenal dengan udara yang sejuk, tentu karena letak geografisnya yang berada di lembah ini membuatnya seperti itu. Teman cerita kali ini Skala bakal menceritakan sejarah dari Kota Bandung ini. Penasaran? yuk menyelam lebih dalam lagi…

Bermula dari Kabupaten Bandung

Teman cerita, Kota bandung selalu merayakan ulang tahunnya setiap tanggal 25 September loh, berarti sudah berumur 200 tahun lebih!

Lambang Banoeng (Sumbert : KITLV)

Kota Bandung tidak berdiri bersamaan dengan Kabupaten bandung teman cerita, karena Kota Bandung terbentuk dan dibangun setelah Kabupaten Bandung berdiri. Kabupaten Bandung terbentuk pertengahan abad ke-17.

Semula Kabupaten Bandung beribukota di Krapyak (sekarang Dayeuhkolot), 11 Kilometer ke arah selatan dari pusat Kota Bandung sekarang. Ketika itu Kabupaten Bandung dipimpin oleh bupati ke-6, Yakni R.A. Wiranatakusumah II (1794-1829) yang dijuluki “Dalem Kaum I”. Saat itu kekuasaan di Nusantara beralih dari Kompeni Pemerintahan Hindia Belanda dengan gubernur Jendralnya Herman Willem Daendels (1808-18011).

Daendels dan Bupati

Daendels membangun Jalan Raya Pos (Groote Postweg) dari anyer ujung barat hingga ke Panarukan di Ujung Timur pulau Jawa sekitar 100 kilometer. Pembangunan jalan tersebut dilakukan oleh rakyat “pribumi” di bawah pimpinan bupati daerah masing-masing. Di wilayah Bandung dan priangan, jalan tersebut di bangun pertengahan tahun 1808 dengan memperbaiki dan melebarkan jalan yang sudah ada.

Jalan Anyer-Panarukan (Sumber : daerah.sindonews.com)

Jalan Raya tersebut saat ini adalah Jalan jendral Sudirman – Asia Afrika – A. Yani, dan berlanjut ke Sumedang dan seterusnya. Daendels mengeluarkan surat tanggal 25 Mei 1810 meminta Bupati Bandung dan Bupati Parakanmuncang untuk memindahkan ibukota kabupaten, masing-masing berpindah ke daerah Cikapundung dan Andawadak (Tanjungsari) alasan pemindahan tersebut untuk kelancaran dalam pembangunan jalan.

Daendles (Sumber : Sediksi.com)

Ternyata saat itu Daendels tidak mengetahui jauh sebelum surat yang ia buat, bupati Bandung telah merencanakan pemindahan ibukota Kabupaten Bandung, bahkan telah menemukan tempat yang menurutnya cukup baik dan strategis untuk dijadikan pusat pemerintahan.

Tempat yang dipilih tersebut berupa lahan kosong yang terletak di tepi barat sungai Cikapundung, tepi Jalan Raya Pos yang sedang di bangun atau sekrang merupakan pusat Kota Bandung. Alasan pemindahan ibukota tersebut karena Krapyak tidak strategis karena terletak di sisi selatan daerah Bandung yang sering dilanda banjir ketika musim hujan.

Lahirnya Kota Bandung

Sekitar akhir tahun 1808 awal dan tahun 1809, bupati dan sejumlah rakyat memulai untuk pindah dari krapyak ke lahan bakal ibukota baru. Mula-mula bupati tinggal di Cikalantu (wilayah Cipaganti), kemudian pindah ke Balubur Hilir, dan berakhir pindah ke Kampur Bogor (Kebon Kawung, lahan pada Gedung Pakuan sekarang).

Peta Kota Bandung massa Kolonial (Sumber : colonialarchitecture.eu)

Pembangunan kota Bandung tidak diketahui tempatnya dalam pembangunannya, tetapi kota tersebut dibangun bukan atas prakarsa Daendels melainkan Bupati Bandung saat itu sendiri, karena pembangunan kota itu langsung dipimpin oleh Bupati. Hal ini, Bupati bandung R. A. Wiranatakusumah II dikatakan sebagai pendiri atau The Founding father dari Kota Bandung. Kota Bandung pun diresmikan sebagai ibukota baru Kabupaten Bandung dengan Surat keputusan tanggal 25 September 1810.

Surat keputusan tersebut dijadikan sebagai hari lahir Kota Bandung dan diperingati sampai sekarang loh teman cerita! Sudah tau kan sejarah singkat kota Bandung yang sejuk dan nyaman. Nah, sekarang setiap liburan ke Bandung kamu akan terus mengingat cikal bakal dari kota Bandung yang sejuk itu ya! Bangsa yang hebat mengetahui sejarah terkecil dari bangsa nya, itu quotes dari skala kali ini! Selamat Ulang Tahun Kota Bandung!

Deddy Setiawan

Deddy Setiawan

Bercita-cita menjadi kaya dengan menulis.

Artikel Lainnya