Budaya

Makanan Lebaran Khas Betawi Yang Eksis Sampai Sekarang

Selamat lebaran, Teman Cerita! Di lebaran kali ini sudah mencicipi makanan apa saja? Lebaran sering jadi ajang “balas dendam” buat mencoba berbagai macam makanan setelah sebulan berpuasa. Nah, kali ini SkalaCerita mau membahas makanan lebaran khas Betawi.

Buat masyarakat Betawi, makanan jadi salah satu hal yang wajib ada saat merayakan lebaran. Biasanya ketika lebaran, mereka saling mengunjungi satu sama lain atau berkumpul di rumah keluarga yang dituakan untuk makan bersama dan bersilaturahmi. Beberapa makanan memang spesial hanya dihidangkan ketika momen ini. Makanan lebaran khas Betawi tersaji mulai dari makanan “berat” sampai beragam kue.

Baca juga: Inilah 50 makanan khas Indonesia yang harus kamu coba!

Kira-kira apa saja ya makanannya? Yuk disimak!

Sayur Babanci: Makanan Lebaran Khas Betawi yang Tidak Pakai Sayur

Meskipun namanya Sayur Babanci, tapi di dalam hidangan ini tidak ada sayur-mayurnya loh. Agak aneh bukan? Berdasarkan cerita yang beredar di masyarakat, nama Sayur Babanci berasal dari kata “kebanci-bancian” yang bermakna tidak jelas jenisnya. Sulit untuk menggolongkan apakah hidangan ini termasuk gulai, kare, ataupun soto.

Makanan unik ini terbuat dari kepala sapi dan beraneka ragam rempah-rempah, beberapa diantaranya adalah kedaung, temu mangga, temu kunci, lempuyang dan bangle. Sayur Babanci biasa disajikan dengan ketupat.

Sumber: terasjakarta.poskota.co.id

Sayangnya saat ini, semakin sulit untuk menemukan Sayur Babanci. Pengolahan kepala sapi yang memerlukan waktu lama dan semakin sulitnya menemukan rempah-rempah menjadi faktor penyebabnya. Karena diperlukan usaha lebih untuk mengolah Sayur Babanci, makanya makanan ini hanya dihidangkan pada acara spesial salah satunya ketika lebaran.

Baca juga: Apa itu laksa dan mengenal Laksa Betawi yang legendaris!

Semur Daging: Hidangan yang Gurih-Manis

Teman Cerita pasti sudah tidak asing dengan Semur Daging kan? Pada masyarakat Betawi, semur daging menjadi makanan lebaran khas Betawi yang selalu dihidangkan ketika lebaran. Semur Daging bisa dimakan bersama dengan ketupat maupun nasi.

Keberadaan Semur Daging dipengaruhi oleh budaya Eropa, Timur Tengah, India dan Tiongkok. Nama Semur sendiri diketahui berasal dari kata “Smoor” atau yang dalam Belanda berarti teknik masak dengan cara merebus lama dengan api kecil hingga daging empuk. Pada Semur Daging khas Betawi ditambahkan berbagai rempah seperti cengkeh, pala dan kecap manis.

Sumber: asset.kompas.com

Biasanya masyarakat Betawi melakukan patungan untuk membuat Semur Daging yang nantinya akan dihidangkan ketika acara silaturahmi. Hal ini bermakna sebagai bentuk rasa syukur dan menunjukkan rasa kebersamaan.

Baca juga: Ini dia beberapa kuliner legendaris Jakarta yang harus masuk wishlist kamu!

Dodol Betawi: Kudapan Manis yang Menggoyang Lidah

Bagi masyarakat Betawi, menyambut lebaran terasa kurang jika tidak ada makanan yang terbuat dari tepung ketan, santan kelapa dan gula jawa ini. Dahulu pembuatan Dodol Betawi dilakukan dengan cara patungan oleh keluarga besar yang tinggalnya berdekatan. Proses pengolahannya pun dilakukan secara gotong royong.

Sumber: kompas.id

Pengolahan Dodol Betawi bisa memakan waktu seharian. Oleh karena itu, perlu pembagian tugas dalam prosesnya. Para perempuan biasanya menyiapkan bahan pembuatan Dodol Betawi dan membungkus Dodol Betawi dengan kertas warna-warni ketika adonannya sudah matang. Sedangkan laki-laki bertugas untuk mengaduk adonan Dodol Betawi hingga matang.

Baca juga: Cerita Roti Tan Ek Tjoan yang sederhana namun bikin kangen!

Tape Uli: Makanan Lebaran Khas Betawi yang Asam

Tape Uli sering sekali disajikan untuk menyambut tamu-tamu yang hadir bersilaturahmi dari rumah ke rumah ketika lebaran. Makanan ini terdiri dari dua komponen berbeda, yaitu Tape yang merupakan fermentasi ketan hitam, serta Uli yang dibuat dengan cara menumbuk campuran ketan.

Sumber: bobo.id

Sama dengan Dodol Betawi, pembuatan Tape Uli juga menerapkan cara gotong royong. Laki-laki menumbuk campuran ketan, sedangkan perempuan memasak ketannya. Tape Uli dibuat untuk mengiringi pemotongan kerbau andilan yang dulunya dilakukan masyarakat Betawi sebagai tradisi menjelang lebaran. Masyarakat Betawi percaya dalam membuat Tape Uli, ada aturan-aturan tidak tertulis yang harus dipatuhi. Salah satunya adalah menjaga suasana dan perasaan hati tetap tenang dalam proses pembuatan Tape Uli.

Nah jadi itu dia beberapa makanan lebaran khas Betawi edisi SkalaCerita. Makanan-makanan tersebut tidak hanya hadir mengisi perut yang lapar, tetapi juga menjadi perekat silaturahmi ketika lebaran. Makan bersama menjadi tradisi yang hingga saat ini tetap berusaha dilestarikan oleh masyarakat Betawi. Apakah Teman Cerita juga punya tradisi tertentu ketika merayakan lebaran?

Baca juga: Sejarah Roti Buaya lambang cinta dari abang untuk none terkasih!

Shafrina Fauzia

Nulis agar rajin baca

Gimana nih komentarnya?

Artikel Terbaru

Cerita Vespa di Indonesia

“Tak habis dimakan waktu”, begitulah kira-kira kalimat yang pas untuk menggambarkan cerita dari skuter pabrikan Piaggio asal Italia, Vespa. Mulanya… Baca Selengkapnya

1 minggu Lalu

Contoh Kerajinan Non Benda dan Pengertiannya

Kerajinan non benda merupakan hasil karya seni yang tidak berupa benda sehingga bentuk kerajinan ini hanya bisa dirasakan dan tidak… Baca Selengkapnya

1 bulan Lalu