Tujuh Museum Tionghoa di Indonesia

Hai Teman Cerita, sebentar lagi kita akan merayakan imlek, nih. Kalau lagi imlek, selain enaknya makan-makan dan jalan-jalan ke Pecinan, ada baiknya kita juga belajar tentang kebudayaan Tionghoa di Indonesia. Salah satunya dengan berkunjung ke museum-museum Tionghoa di Indonesia.

Teman Cerita, berikut tujuh museum tentang kebudayaan Tionghoa di Indonesia yang bisa kamu kunjungi.

1. Museum Hakka Indonesia

Taman Mini Indonesia Indah
Jakarta Timur – Indonesia
website : www.museumhakkaindonesia.com
email : [email protected]

museum-hakka
Sumber: museumhakkaindonesia.com

Museum Hakka Indonesia diresmikan pada 2014. Pembangunan museum ini bertujuan untuk menyampaikan kisah sejarah perjuangan nenek moyang orang Hakka yang meninggalkan kampung halamannya di Cina Selatan.

Di museum ini, kita bisa melihat perjuangan orang Hakka dulu saat merantau ke Indonesia dan kontribusi mereka bagi perkembangan dan pembangunan ekonomi di wilayah yang mereka tinggali. Salah satunya adalah partisipasi pemuda Tionghoa dalam Sumpah pemuda tahun 1928.

2. Museum Benteng Heritage

Jl. Cilame nomor 20, Pasar Lama, Tangerang
Telepon: +62.21.557.91139
Email: [email protected]
website: https://bentengheritage.com/

museum-benteng-heritage
Sumber: https://bentengheritage.com/

Kalau Museum Hakka menceritakan tentang nenek moyang orang Hakka di Indonesia, kali ini ada Museum Benteng Heritage yang menceritakan tentang asal mula penduduk Tionghoa Tangerang yang dikenal sebagai Cina Benteng.

Museum yang terletak di Jalan Cilame No. 20 ini menempati bangunan berarsitektur tradisional Tionghoa yang diperkirakan dibangun pertengahan abad ke-17 M. Bangunan ini merupakan salah satu yang tertua dan menjadi titik nol Kota Tangerang sekaligus cikal bakal pusat Kota Tangerang yang dulu disebut Kota Benteng.

3. Museum Pustaka Peranakan Tionghoa

Ruko Golden Road C28/25 CBD BSD, Jl. Pahlawan Seribu, Lengkong Gudang, Serpong, BSD City, Tangerang Selatan.
email: [email protected]

museum-pustaka-peranakan-tionghoa
Sumber: https://megapolitan.kompas.com/

Jika Kota Tangerang punya Museum Benteng Heritage, Tangerang Selatan punya Museum Pustaka Peranakan Tionghoa. Museum yang menempati ruko lantai dua ini didirikan oleh Azmi Abubakar, seorang warga Aceh yang telah mengumpulkan literatur mengenai orang Tionghoa selama puluhan tahun.

Museum yang berdiri pada pertengahan November 2011 telah memiliki koleksi hampir 40 ribu. Di museum ini kita bisa menikmati berbagai literatur tentang Tionghoa, dimulai dari dokumen, koran, foto, dan segala jenis benda lainnya.Bagi yang tertarik untuk berkunjung harus melakukan reservasi dua minggu melalui surel atau pesan pribadi di Facebook pemiliknya.

4. Museum Sejarah Etnis Tionghoa di Indonesia

Jl. Nana Rohana No.37, Wr. Muncang, Kec. Bandung Kulon, Kota Bandung, Jawa Barat 40211
Website: https://yayasan-dana-sosial-priangan.business.site/

museum-tionghoa-bandung
Sumber: https://humas.bandung.go.id/

Bandung merupakan salah satu kota yang memiliki banyak museum, salah satunya Museum Sejarah Etnis Tionghoa di Indonesia. Museum ini didirikan oleh Yayasan Dana Sosial Priangan pada 2012 dengan tujuan agar masyarakat mengetahui bahwa etnis Tionghoa juga ikut membela tanah air sebelum merdeka, dan terlibat di berbagai dimensi perjuangan seperti dalam politik, ekonomi, sosial, budaya, dan juga pendidikan.

Di museum ini kita bisa mendapatkan informasi mengenai sejarah dan kebudayaan Tionghoa di Indonesia seperti sejarah kedatangan Laksamana Cheng Ho, istilah-istilah kebudayaan Tiongkok kuno, hingga profil dari orang Tionghoa yang berjasa di Indonesia.

5. Museum Situs Kota Cina

Jalan Kota Cina No. 65, Marelan, Kota Medan.

museum-situs-kota-cina
Sumber: medantourism.pemkomedan.go.id

Museum Situs Kota Cina dibangun pada 2008 oleh Ichwan Azhari, seorang dosen jurusan sejarah di Universitas Negeri Medan. Museum ini diresmikan oleh pemerintah pada 2009. Situs Kota Cina baru diketahui keberadaannya pada tahun 1970-an. Namun, jejak sejarahnya baru terkuak ketika ditemukan arca kuno ketika penggalian tanah untuk pembangunan jalan tol Belmera pada 1986. Berdasarkan temuan arkeologisnya, Situs ini merupakan pelabuhan yang sudah ada sejak awal abad ke-12-14 M.

Di museum ini kita bisa melihat benda-benda hasil ekskavasi maupun yang ditemukan di sekitar rumah warga. Benda- benda yang dipamerkan antara lain keramik dan tembikar, arca, koin, hingga sisa-sisa perahu.

6. Museum, Guesthouse, and Creative Space Nyah Lasem

Gg. 5 No.2, Karangturi, Kec. Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah

museum-nyah-lasem
Sumber: Museum Nyah Lasem

Daerah Lasem terkenal dengan Batik Lasemannya. Di Lasem terdapat Museum, Guesthouse & Creative Space Nyah Lasem yang menempati rumah milik keluarga besar A. Soesantio, sekaligus pemilik museum saat ini. Museum ini didirikan untuk melindungi peninggalan keluarganya sekaligus peninggalan kebudayaan Tionghoa yang ada di Lasem.

Museum yang berdekatan dengan Rumah Candu Lasem ini memiliki koleksi yang sangat beragam seperti kain batik khas Lasem, peralatan membatik, foto-foto kuno, buku-buku kuno, arsip-arsip, hingga peralatan rumah tangga yang digunakan di Lasem pada masa lalu. Koleksi unggulan yang dipamerkan di dalam museum berupa foto-foto Nyonya yang pernah tinggal di Lasem serta arsip surat perdagangan Batik Lasem. Karena, pada masa lalu, keluarga A. Soesantio merupakan keluarga pembatik.

7. Tjong A Fie Mansion

105 Jalan Jend. A. Yani, Kota Medan
website: https://tjongafiemansion.org/

tjong-a-fie-mansion
Sumber: https://tjongafiemansion.org/

Tjong A Fie Mansion dan Museum dibuka untuk pertama kali pada Juni 2009. Museum ini menempati rumah berlantai dua milik Tjong A Fie, seorang pengusaha, bankir, dan kapitan yang berasal dari Hakka, Tiongkok. Ia sukses berbisnis dalam bidang perkebunan di Sumatera dan merambah pada bidang usaha pabrik minyak kelapa sawit, pabrik gula, bank dan perusahaan kereta api.

Museum yang masih menjadi tempat tinggal keturunan Tjong A Fie ini masih sangat terawat. Dari depan, kita bisa melihat pintu gerbang dan gapura yang bergaya rumah Tiongkok model zaman dulu. Perabotan rumahnya masih sangat terjaga, dan penempatannya masih sama seperti dulu. Kita bisa melihat ruang rapat, ruang tamu, dan juga ruang berkumpul keluarga tipe lama. Di setiap sudut rumah terdapat foto Tjong A Fie.

Nah, bagi Teman Cerita yang rumahnya dekat dengan museum-museum Tionghoa tersebut, boleh banget buat berkunjung kesana. Eits, jangan lupa, sebelum berkunjung harus mengecek dulu apakah museum sudah buka atau belum. Jika bisa dikunjungi, jangan lupa buat Teman Cerita untuk selalu menerapkan protokol kesehatan saat jalan-jalan ke museum ya. Ciao!

Baca juga: Beberapa Virtual Museum di Dunia yang Bisa Kamu Kunjungi dari Rumah!

Asri Hayati Nufus

Asri Hayati Nufus

lazy like a sloth

Artikel Lainnya