Obrak Abrik

Hilangnya Sinetron Kolosal Indonesia, Ada Apa Ya?

Teman cerita, selama pandemi ini, berapa banyak judul drama Korea dan serial Barat yang udah ditamatin? Jumlahnya pasti udah banyak banget kan? Tapi pernah gak nyoba buat nonton sinetron kolosal Indonesia?

Kolosal sering banget dikaitin sama film dan sinetron yang mengangkat tema sejarah. Kalau dicek di KBBI, sebenernya kolosal berarti (dibuat dan sebagainya) secara besar-besaran; luar biasa besarnya.

Jadi, kalau di film dan sinetron artinya lebih mengacu ke proses produksi yang melibatkan banyak pemain dan dana, bukan ke tema cerita. Namun, berhubung pembuatan sinetron dengan tema sejarah biasanya berskala besar, penyebutan sinetron kolosal menjadi lebih familiar.

Banyak dari kita yang udah keburu gak tertarik ketika diminta nonton sinetron. Bukan hal yang aneh sih, soalnya kebanyakan sinetron sekarang punya jalan cerita maksa dan berbelit-belit. Tapi coba deh tengok sinetron kolosal berlatar cerita kerajaan Indonesia yang pernah tayang di akhir tahun 1990-an.

Tutur Tinular dan Misteri Gunung Merapi

Sinetron kolosal yang tayang tahun 1990-an banyak ngambil latar cerita dari zaman kerajaan dan kesultanan di Indonesia. Sebut aja Tutur Tinular yang tayang tahun 1997 sampai 1999. Tutur Tinular bercerita tentang perjalanan hidup Arya Kamandanu yang dimulai pada masa pemerintahan raja terakhir Kerajaan Singhasari dan berakhir di masa Kerajaan Majapahit.

Sumber: Wikipedia

Pada Tutur Tinular muncul tokoh-tokoh yang ada dalam sejarah. Raja terakhir Kerajaan Singhasari yang berhasil dikalahkan Jayakatwang dari Gelang-Gelang, yaitu Kertanagara muncul dalam cerita ini. Pendiri Kerajaan Majapahit, Raden Wijaya juga jadi bagian dari cerita. Selain itu, ada tokoh Majapahit lainnya, seperti Lembu Sora, Ranggalawe, dan Jayanagara.

Sinetron kolosal lain yang pernah booming di tahun 1990-an yaitu Misteri Gunung Merapi yang ceritanya tentang pembalasan dendam Mak Lampir. Karakter Mak Lampir merupakan seorang perempuan tua antagonis berpenampilan seram yang menguasai ilmu hitam. Mak Lampir hidup pada masa Kesultanan Demak.

Sumber: Vidio

Sama halnya dengan Tutur Tinular, dalam Misteri Gunung Merapi juga dimunculkan beberapa tokoh sejarah, salah satunya Sunan Kudus. Sunan Kudus merupakan satu dari sembilan orang Wali Songo. Pada masa Kesultanan Demak, Sunan Kudus diangkat jadi seorang panglima perang.

Jalan cerita yang menarik, tampilan latar tempat, tata rias, serta busana yang cukup memberikan bayangan kondisi pada masa tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi sinetron kolosal Indonesia kala itu. Hal ini terbukti dengan muncul banyaknya sinetron dengan tema sejenis di akhir tahun 1990-an sampai 2000-an.

Sinetron Kolosal Indonesia vs Drama Sageuk

Sumber: Twitter @TuturTinulartv dan Hancinema

Genta Buana Paramita atau yang sebelumnya bernama Genta Buana Pitaloka, adalah rumah produksi yang rajin ngeluarin sinetron kolosal di tahun 1990-an. Dua judul sinetron yang sebelumnya disebut merupakan sedikit dari banyak sinetron yang pernah diproduksi oleh mereka dan terkenal banget pada masanya.

Seiring berjalannya waktu, rumah produksi ini mulai lebih sering menampilkan FTV dengan jalan cerita modern. Mulai deh dari situ, sinetron dengan tema kerajaan jarang ditemukan di televisi.

Usaha buat mengangkat lagi tema kerajaan ini sebenarnya udah dilakukan. Beberapa stasiun televisi mulai memproduksinya lagi. Tapi gak bertahan lama, karena kayaknya kalah rating dan kurang bisa menarik minat penonton. Kalau diliat, memang jalan ceritanya jadi kurang masuk akal dan keluar jalur.

Berbeda dengan makin meredupnya sinetron kolosal Indonesia, drama sageuk alias serial televisi dengan tema sejarah asal Korea Selatan malah makin bersinar. Serial televisi asal negeri ginseng ini terlihat lebih menarik minat penonton.

Mulai dari jalan cerita, latar tempat, sampai tata rias dan busana pemainnya benar-benar ditampilkan sebaik mungkin. Makanya gak heran kalau akhirnya drama Korea mulai menguasai tontonan masyarakat Indonesia.

Terus apa sih yang bikin sinetron kolosal Indonesia gak menarik dan kalah saing?

Perencanaan. Ya, berdasarkan ilmu sok tahu saya, itu yang jadi perbedaan. Kalau dicari tau, drama Korea udah netapin dari awal berapa jumlah episode dan waktu penayangannya. Bahkan ada drakor yang baru ditayangkan setelah semua proses produksi selesai.

Perencanaan yang baik tentu saja menyediakan waktu yang lebih banyak untuk riset mendalam. Tema sejarah atau kerajaan yang merupakan cerita nyata gak bisa main-main, karena memang ada bukti dan bisa dicek kebenarannya. Gak heran kalau akhirnya drama Korea bisa menampilkan jalan cerita yang keliatannya nyata banget.

Sementara kalau mau dibandingin, sistem produksi sinetron Indonesia belum ada perencanaan yang kuat dan masih bergantung sama faktor rating. Suka liat kan sinetron yang tiba-tiba jadi banyak episodenya? Kalau ratingnya bagus, ya jalan terus. Naskah cerita dalam sinetron stripping bisa selesai hanya dalam hitungan hari sebelum syuting episode tersebut dimulai.

Singkatnya waktu penulisan naskah, berarti sedikit pula riset yang dilakukan. Gimana mau bisa riset, kalau jalan cerita bisa diubah total menjelang waktu syuting? Mahasiswa arkeologi aja butuh waktu satu semester untuk belajar tentang kerajaan Indonesia.

Sebenernya gak mustahil kok buat ngebangkitin lagi kejayaan sinetron kolosal Indonesia. Asal rumah produksi mau meluangkan lebih banyak waktu buat proses riset. Udah banyak ahli arkeologi dan sejarah di Indonesia yang menguasai pengetahuan mengenai kerajaan Indonesia secara mendalam.

Mereka mungkin bisa diajak kerja sama agar alur cerita yang ditampilkan lebih matang dan tentu aja memberikan pembelajaran khususnya sejarah buat penonton. Menarik kan kalau bisa belajar sejarah kerajaan Indonesia dengan cara yang gak ngebosenin.

Jadi kapan ya kira-kira kita bisa nikmatin sinetron kolosal Indonesia yang menarik lagi?

Shafrina Fauzia

Nulis agar rajin baca

Gimana nih komentarnya?

Artikel Terbaru

Kota Taman: Sejarah Kota Ramah Lingkungan di Indonesia

Permasalahan perkotaan belakangan ini menjadi perbincangan hangat di Indonesia. Kota-kota besar, hingga kota kecil sekalipun sama-sama menghadapi persoalan rumit akibat… Baca Selengkapnya

3 hari Lalu

Taman Mini Indonesia Indah sebagai Taman dan Museum Budaya Indonesia

Halo teman cerita! kalian tau ga sih Taman Mini Indonesia Indah atau yang biasa di singkat TMII merupakan sebuah taman… Baca Selengkapnya

4 hari Lalu