5 Situs Arkeologi Indonesia Terpopuler

Sejarah kepurbakalaan Indonesia sudah dimulai sejak jutaan tahun yang lalu. Mulai dari masa sebelum mengenal tulisan hingga pada masa sekarang. Untuk memahami dan mengetahui perjalanan para leluhur kita hingga sekarang maka kita dapat belajar dari situs-situs arkeologis di Indonesia.

Beberapa diantaranya ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara, sementara sebagian lainnya ramai didiskusikan dan menarik berbagai penelitian berskala nasional maupun internasional. Berikut ini beberapa situs-situs arkeologi populer di Indonesia.

Kawasan Purbakala Sangiran

Sangiran merupakan sebuah wilayah di daerah Jawa Tengah. Di wilayah Sangiran banyak sekali tinggalan masa lalu seperti fossil hewan purba, fossil hominid, teknologi batu, dan lain-lain. Penelitian di wilayah Sangiran bermula pada abad ke-19 yang dilakukan oleh seorang paleoantropologis Belanda bernama Eugene Dubois. Penelitian Dubois menemukan fosil Pithecanthropus erectus (sekarang disebut Homo Erectus) atau disebut juga Java Man yang ia temukan di daerah Trinil. Temuannya digadang-gadang sebagai missing link dari teori evolusi. Penelitian secara ektensif kemudian dilakukan oleh  G.H.R von Koenigswald. Pada masa selanjutnya, penelitian di Sangiran dilakukan oleh para peneliti Indonesia. Hingga sekarang penelitian di wilayah ini masih terus dilakukan.

Museum Sangiran

Salah satu penemuan yang fenomenal dari situs sangiran ialah sebuah tengkorak Homo Erectus yang berusia 800.000 –  700.000 tahun yang lalu. Fosil tengkorak ini dikenal sebagai “Sangiran 17” atau “S17”. Duplikat S17 banyak dikoleksi dan dipajang di museum paleoanthropologi terkemuka di seluruh dunia dan dijadikan referensi yang penting untuk merekonstruksi wajah Homo erectus.

Jika berkunjung ke Sangiran jangan lupa sambangi museum-museumnnya. Museum di wilayah purbakala Sangiran memiliki tema yang berbeda namun saling berkaitan satu sama lain. Teman cerita bisa mengunjungi salah satu museum ini secara virtual melalui link ini

Fosil Sangiran 17 (kebudyaan.kemdikbud.go.id)

Situs Liang Bua

Tau film Hobbit? Ternyata pernah hidup di Indonesia sekitar 38,000 tahun yang lalu. Hobbit merupakan nama julukan yang disematkan untuk manusia purba Homo Floresiensis. Fossil ini ditemukan di sebuah gua Liang Bua di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Perawakannya yang “mungil” membuat fosil ini menjadi perhatian publik dan para akademisi. Perbedaan pendapat tak bisa dihindari. Beberapa peneliti menyatakan bahwa Homo Floresiensis sebenarnya adalah Homo Sapiens menderita penyakit cacat sejak lahir. Namun, pendapat ini kemudian dibantah dan diyakini bahwa H. Floresiensis merupakan spesies yang berbeda.

 
Situs Liang Bua
 

Borobudur

Sepertinya hampir setiap orang di Indonesia sudah tau mengenai candi Borobudur. Kemegahan dan keindahan candi Borobudur menjadi salah satu destinasi wisata populer di Indonesia. Candi ini terletak di wilayah Magelang, Jawa Tengah. Candi Borobudur memiliki luas 2500 m². 

Candi Borobudur
Candi Borobudur
(goodnewsfromindonesia.id)

Borobudur merupakan candi yang didirikan sekitar abad ke 8 oleh dinasti Syailendra dari kerajaan Mataram. Jika dilihat dari segi arsitektur dan bangunannya, Candi Borobudur bernafaskan agama Buddha. Hingga saat ini penelitian Borobudur masih terus dilakukan. Candi ini juga ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia.

Situs Gunung Padang

Gunung Padang merupakan sebuah situs megalitik yang terdiri dari lima undakan teras. Situs ini dibangun dengan batuan collumnar joint (kekar tiang). Sebenarnya situs Gunung Padang bukanlah situs baru yang ditemukan. Situs megalitik ini sudah tercatat oleh sejarawan Belanda, N. J. Krom, pada tahun 1914.

gunung padang
gunung padang
(tempo)

Gunung Padang mulai ramai kembali ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengunjungi situs tersebut pada tahun 2014. Situs Gunung Padang menjadi perhatian publik sejak dilakukan survey dan penelitian yang menghasilkan penemuan yang kontroversial. Seperti adanya penggunaan semen purba, usia situs Gunung Padang yang lebih tua dari Piramida Mesir, Adanya kandungan ruang dibawah gunung, penelitian yang tidak sesuai kaidah arkeologis dan lain-lain.

Kawasan Maros Pangkep

Maros Pangkep merupakan kawasan karst yang terletak di Sulawesi Selatan. Di kawasan ini terdapat beberapa gua yang menjadi bukti adanya kehidupan manusia purba di masa lalu. Kawasan Maros Pangkep semakin dikenal ketika Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas) dan Universitas Griffith Australia menemukan bahwa gambar babi kutil di Leang Tedongnge, Sulawesi Selatan, sebagai lukisan gua tertua di dunia yang berusia sekitar 45.500 tahun melalui publikasi jurnal Science Advances pada Rabu, 13 Januari 2021 .

karst maros pangkep
Kawasan Maros Pangkep

Pada situs ini ditemukan gambar seekor babi dengan jambul pendek berambut tegas dan sepasang kutil wajah seperti tanduk di depan mata, yang merupakan ciri khas babi kutil Sulawesi jantan dewasa. Gambar ini dilukis dengan menggunakan oker merah dan mengindikasikan praktik perburuan hewan itu telah berlangsung sejak ribuan tahun lalu.

Lukisan Gua di Leang Tedongnge (kompas.com)

Temuan itu merupakan salah satu hal penting untuk memahami jalur migrasi manusia yang masuk ke wilayah Sulawesi karena selama Zaman Es berlangsung, selat-selat dalam yang mengelilingi Sulawesi tidak pernah mengering. Hal itu membuat mustahil bagi manusia prasejarah untuk masuk tanpa menyeberangi lautan. Temuan itu mengindikasikan teknologi maritim mungkin telah dikuasai oleh manusia modern awal yang masuk ke nusantara sejak puluhan ribu tahun yang lalu.

Itulah beberapa situs arkeologi yang populer di Indonesia. Situs-situs arkeologi sangat bermanfaat sekali bagi ilmu pengetahuan dan dapat memberdayakan masyarakat di sekitarnya. Jadi jangan lupa untuk selalu berkunjung dan melestarikan situs-situs yang ada di sekitarmu ya.

Azmi Gagat

Azmi Gagat

Senang membaca dan menulis mengenai sejarah, budaya, dan, arkeologi.

Artikel Lainnya