Budaya

Wajik Klethik Gula Jawa

Jika membahas tentang wajik klethik gula Jawa, sebagian besar dari kita akan langsung tertuju pada makanan khas atau pun sebuah pantun Jawa. Keduanya memang benar, wajik klethik memang merupakan makanan khas salah satu daerah di Jawa sekaligus sebuah parikan Jawa yang penuh makna.

Kali ini skalacerita akan mengajak teman cerita untuk membahas makanan dan pantun kilat khas dari Jawa ini. Simak cerita selengkapnya!

Wajik Klethik Gula Jawa

Arti Parikan

Parikan berasal dari kata bahasa Jawa yang berarti pantun kilat. Lalu, hubungannya parikan dengan wajik klethik apa?

Tentu saja ada hubungannya. Bagi teman cerita yang keturunan Jawa pasti sudah sering mendengar parikan Jawa yang satu ini.

wajik klethik gula Jawa, luwih becik sing prasaja”

Apa sih artinya?

Parikan ini berarti daripada hidup di dunia ini dihabiskan hanya untuk berfoya–foya, alangkah jauh lebih baiknya jika hidup bersahaja.

Filsafah Hidup

Parikan tersebut sebenarnya merupakan sebuah pantun nasihat yang berpesan bahwa dalam hidup, sekaya apapun kita tidak boleh berfoya–foya dan bermewah – mewahan. Sikap tersebut hanya akan membuat sengsara di kemudian hari.

Sikap berfoya – foya atau senang bermewah – mewahan bisa menjadi sifat yang merugikan diri sendiri di masa depan. Seharusnya sikap seperti ini tidak dimiliki seseorang karena sebagai manusia, apa yang kita miliki saat ini merupakan titipan. Tuhan bisa mencabut kenikmatan tersebut sewaktu – waktu. Oleh sebab itu, akan jauh lebih baik jika segala sesuatunya dipergunakan sebagaimana mestinya.

Selain wajik klethik gula Jawa, masih ada banyak parikan Jawa lain yang memuat falsafah kehidupan. Pesan-pesan tersebut bisa kita ambil dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Wajik Klethik sebagai Oleh–oleh

Sumber: makanandaerahindonesia.blogspot.com

Istilah wajik klethik tidak hanya terdapat pada parikan saja, tapi juga menjadi salah satu makanan khas Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Oleh–oleh bernama wajik klethik ini memiliki cita rasa manis dipadukan butiran beras ketan yang sedikit keras. Disebut klethik karena ketika sedang dikunyah akan mengeluarkan bunyi klethik – klethik.

Wajik ini memiliki bentuk yang sangat unik dan biasanya dibungkus dengan menggunakan pelepah tongkol jagung dalam bentuk segitiga. Kudapan yang terbuat dari beras ketan dan kelapa ini termasuk salah satu kudapan spesial yang banyak disukai orang.

Cara Membuat Wajik Klethik

Umur simpan wajik klethik terhitung cukup lama. Walau dibuat tanpa menggunakan bahan pengawet, makanan ini dapat bertahan selama 20 hari. Saat ini, sudah banyak toko oleh-oleh yang menjual wajik klethik. Namun, jika teman cerita ingin membuatnya sendiri juga bisa. Tata cara pembuatan wajik klethik cukup mudah.

Pertama, siapkan beras ketan, gula jawa dan parutan kelapa muda. Kemudian, campurkan parutan kelapa muda tersebut dengan beras ketan yang telah dikukus sampai matang dan aduk selama kurang lebih 15 menit. Diamkan adonan yang sudah dicampur tadi sampai dingin. Setelah itu, baru adonan bisa kalian bungkus dengan menggunakan pelepah tongkol jagung dan wajik klethik siap disantap.

Nah, itulah cerita singkat mengenai wajik klethik gula Jawa sebagai parikan dan juga kuliner khas Blitar. Selain berziarah ke makam Presiden  Soekarno, jangan lupa juga untuk jajan wajik klethik ini, ya! 

Jaka Darmawan

sikancil anak nakal suka mencuri mentimun. Ingin tahu hasil kerja Jaka? Yuk kunjungi Portofolio Jaka

Gimana nih komentarnya?

Artikel Terbaru

Kota Taman: Sejarah Kota Ramah Lingkungan di Indonesia

Permasalahan perkotaan belakangan ini menjadi perbincangan hangat di Indonesia. Kota-kota besar, hingga kota kecil sekalipun sama-sama menghadapi persoalan rumit akibat… Baca Selengkapnya

2 hari Lalu

Taman Mini Indonesia Indah sebagai Taman dan Museum Budaya Indonesia

Halo teman cerita! kalian tau ga sih Taman Mini Indonesia Indah atau yang biasa di singkat TMII merupakan sebuah taman… Baca Selengkapnya

3 hari Lalu